Nama
: Marria Tesalonika Siregar
NIM
: 1605551097
Matkul
: sosial media(C)
Dosen
: I Putu Agus Eka Pratama,ST.MT
Jurusan/fakultas/universitas: teknologi
informasi/teknik/udayana
ETIKA
KOMPUTER
Dalam dunia computer
dan internet terdapat yang namanya etika. Mengingat bahwa di dalama pemanfaatan
computer dan internet yang menghubungkan semua pengguna di berbagai tempat,
maka akan terbentuk satu atau beberapa buah kelompok pengguna computer dan
internet, dalam bentuk komunitas maupun masyarakat digital, masyarakat
infomasi. Dengan adanya interaksi anatar pengguna computer dan internet inilah,
maka diperlukan aturan yang dipahami bersama dalam bentuk etika.
1. ETIKA
Etika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
aturan-aturan atau norma moral yang
ada dalam satu lingkup atau lebih untuk
mewujudkan tujuan bersama menurut para ahli ada beberapa definisi etika:
1. Aristoteles
menyatakan definisi etika sebagai bagian dari filsafat moral yang mengatur
tentang akhlak,watak,sikap,dan cara pikir manusia.
2. Poerwadaminta,
menyatakan bahawa etika merupakan ilmu pengetahuan terkait dengan asas-asas
akhlak
3. K
bertens, menyatakan etika ke dalam tiga buah definisi yaitu; etika sebagai
sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok
di dalam mengatur tingkah laku,etika sebagai kumpulan dari asas dan nilai
moral, serta etika sebagai ilmu tentang yang baik dan buruk.
Beberapa contoh dari etika secara garis umum,
· 1.Mengucap salam kepada dosen saat bertemu
· 2.Memberikan sesuatu menggunakan tangan
kanan
· 3.Makan menggunakan tangan kanan
· 4.Mentaati rambu lalu lintas
· .5.Membuang sampah pada tempatnya
· 6. Mengucapakan terimakasih jika diberi
sesuatu
· 7.Meminta maaf jika melakukan kesalahan, dan lain-lain
2. ETIKA
KOMPUTER
Etika
komputer adalah sekumpulan asas dan akhlak dari perbuatan yang dianggap baik
dan terpuji, yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer dan interaksi antar
pengguna komputer. Etika komputer berkembang seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan perkembangan pemanfaatan komputer di berbagai bidang
kehidupan manusia.pada beberapa, etika komputer dimasukkan sebagai salah satu
bidang ilmu baru di dalam ranah ilmu komputer. Tahap-tahap perkembangan etika
komputer;
v Tahap
pertama perkembangan etika komputer (1940-1950)
Pada tahap ini, komputer sedang mengalami proses
perkembangan, terutama untuk keperluan perang. Banyak komputer besar yang
digunakan untuk melakukan perhitungan matematis rumit terkait dengan perag, pengendalian
alat perang, pemecahan sandi musuh, radar, dan keperluan militer lainnya.
Norbert Weiner, seorang professor dan penemu meriam anti pesawat, memikirkan
dampak lain dari pesatnya teknologi di masa tersebut, yang dapat berakibat
fatal bagi kehidupan manusia, apabila tidak dilandasi dengan sebuah etika.
v Tahap
kedua perkembangan etika komputer (1960)
Pada tahap ini, komputer secara fisik mengalami
perkembangan pesat dan menuju ke arah yang lebih baik (ukuran, performasi). Seiring
dengan makin banyaknya data-data penting tersimpan di dalam komputer tersebut
dan makin mahalnya harga komputer di jaman ini, maka memunculkan tindakan oleh
beberapa orang untuk melakukan kejahatan komputer. Banyak tindakan kejahatan
pengguna komputer yang tidak memperdulikan adanya etika dalam pemakaian
internet.
v Tahap
ketiga perkembangan etika komputer (1970)
Pada tahap ketiga ini, komputer mulai merambah ke arah
komputer pribadi. Ini berarti bahwa komputer mulai mengenal sistem operasi
dengan perangkat lunak yang mendukung GUI ( Graphic User Interface),
pemanfaatan mouse, penggunaan IC untuk menjadikan ukurannya lebih kecil. Salah satu
konsep kecerdasaan buatan di bidang kesehatan dengan menciptakan aplikasi
psikoterapi bernama ELIZA. Semenjak tahun 1970 inilah, seiring dengan mulai
maraknya komputer pribadi dan sistem operasi untuk komputer pribadi( beserta
dengan aplikasi – aplikasi di dalamnya), maka etika komputer mulai banyak
digunakan dan dikaji secara ilmiah.salah satu kajian ilmiah mengenai etika
komputer dijadikan sebuah buku oleh Deborah Johnson.
v Tahap
keempat dan kelima (1980 dan 1990)
Pada tahun 1980,seiring dengan makin banyaknya
pengguna komputer dan pengguna jaringan komputer(terutama internet), maka mulai
bermunculan beragam tindak kejahatan komputer dan ancaman di bidang komputer. Beberapa
di antaranya yaitu ancaman privasi, permasalahan hukum terkait lisensi
perangkat perangkat lunak, pengerusakan data komputer dan komputer secara fisik
oleh pihak tidak bertanggung jawab, dan lain-lain. Pada tahun 1990, hal
mengenai etika komputer menarik minat para peneliti di kawasan eropa dan Australia,
untuk bersama-sama meneliti tentang etika komputer sebagai sebuah bidang baru
di dunia komputer. Selain itu, untuk menambah dan merangsang minat masyarakat,
terutama akademisi, di dalam menuangkan ide, pemikiran, dan bertukar informasi
dan pendapat seputar etika komputer, makin banyak konferensi nasional maupun
internasional yang diadakan di berbagai negara di kawasan eropa dan Australia. Etika
komputer, yang dirillis dalam bentuk paper dan jurnal publikasi.
v Tahap
keenam perkembangan etika komputer (2004-sekarang)
Mulai dari tahun 2004, etika komputer mulai
berkembang. Perkembangannya hingga saat buu ini ditulis, telah mempengaruhi
berbagai negara di dunia untuk menciptakan dan mengesahkan undang-undang
digital yang mengurusi kejahatan komputer. Beberapa bagian dari kejahatan
komputer yang masuk ke dalam ranah etika komputer antara lain di bidang jual
beli secara online, pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual,kode
etik dan tanggung jawab profesi terkait dengan pemanfaatan komputer, dan
lain-lain.
Ada
pun beberapa manfaat etika komputer yang dimana diharapkan dapat memberikan
manfaat bagi pengguna komputer dan pengguna jaringan komputer;
ü Menciptakan
suasana kondusif dan nyaman pada setiap pengguna komputer dan internet di dalam
berdiskusi, berkomunikasi, dan memanfaatkan akses internet sesuai kebutuhan
masing-masing.
ü Menciptakan
masyarakat dunia yang cerdas terhadap teknologi informasi, termasuk masyarakat
Indonesia
ü Menciptakaan
kerukunan hidup antar pengguna internet di dunia, yang berdampak kepada
kerukunan antara negara di dunia nyata
Disamping adanya manfaat ada juga hal-hal atau etika
yang dijalankan yaitu; jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain,
jangan menduplikasi atau menggunakan software yang berbayar, jangan menggunakan
komputer untuk melakukan kesaksian palsu, jangan menggunakan untuk merusak
karya orang lain, dan masih banyak lagi. Tetapi disampig itu ada beberapa orang
yang menjadi cyber bullying atau cyber crime yang dimana mereka tidak menyadari
etika-etika komputer atau mereka sudah mengetahui etika tersebut tetapi tetap
melakukan tindakan yang negatif. Berikut ada 3 contoh cyber crime;
ü 1. Penemuan
celah keamanan sistem (Bugs)
ü 2.Pencurian
data dan informasi
ü 3.Perusakan
layanan umum
3 ETIKA
KOMPUTER DI INTERNET
Etika
komputer di internet atau netiket dapat diartikan sebagai etika yang digunakan
di dalam berinteraksi dengan pengguna internet lainnya secara online, terdapat
setidaknya tiga buah ranah di mana kita semua sebagai pengguna internet wajib
mengikuti mentaati,dan melaksanakan netiket dengan baik. Beberapa contoh etika
berkomputer di internet; biasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan
kata-kata yang sopan, tidak melakukan judge terhadap orang lain/ artis, diskusi
sesuatu dalam group yang positif dan membangun satu sama lain, tidak
menduplikasikan atau menyamar sebagai orang lain dalam account sosial media,
menjalin perteman melalu sosial media dengan sehat dan mengenal satu sama lain.
4. SOSIAL
MEDIA DAN ETIKA KOMPUTER DAN ETIKA INTERNET
Sosial media adalah
tempat dimana kita melakukan etika komputer dan internet sebagai pengguna
komputer dan jaringan internet . Tetapi masih ada beberapa pengguna komputer
yang masih tidak melakukan etika tersbut di dalam sosial media. Contoh beberapa
etika komputer dan internet dalam sosial media:
1. Tidak
menjatuhkan orang lain
2. Membuat
komentar dalam sosial media harus dipikirkan terlebih dahulu
3. Menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar
4. Menggunakan
kata-kata yang sopan
5. Jangan
membuat akun palsu dengan memakasi foto orang lain
6. Dalam
pertemanan dalam sosial media kita harus mengenal satu sama lain dahulu
7. Berdiskusi
dalam group online dengan pembahasaan yang positif dan membangun satu sama lain
8. Tidak
menduplikasi karya orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar